Blogroll

Postingan
Komentar

Selasa, 11 Oktober 2011

Arema Siapkan Laga Ujicoba

sudah tiga hari pelaksanaan program training center (TC) atau pemusatan latihan Arema Indonesia di Lapangan Kusuma Agrowisata, Batu, tergeber. Fokus latihan tim masih berkutat upaya mengembalikan kondisi fisik pemain lantaran sebagian besar pemain cukup lama tidak berlatih. Kemarin, serangkaian menu TC dituangkan pelatih Arema, Milomis Seslija dalam sesi latihan pagi dan sore.

Meski demikian, Milo-sapaan akrab Milomir nyatanya sudah menyusun program jangka panjang bagi Noh Alam Shah dkk. Pelatih asal Bosnia ini berencana untuk menggelar beberapa kali pertandingan ujicoba bagi pemainnya. Tujuannya, dia ingin mengetahui sejauhmana perkembangan fisik pemainnya, serta sejauhmana kombinasi permainan timnya dari lini per lini. ‘’Tentu saja, kedepan tim ini ada ujicoba. Kami bisa lihat kondisi pemain selama training center. Kami juga bisa lihat kombinasi permainan tim, terutama kombinasi pemain baru dan pemain lama nantinya,” aku Milomir Seslija kepada wartawan dalam sebuah kesempatan.
Tapi, rencana itu belum berlanjut ke tangan manajemen. Menurut Noor Ramdhan, Media Officer PT Arema Indonesia, program ujicoba itu justru tahu dari media. Namun, manajemen tetap mendukung penuh langkah Milo jika nantinya Arema membutuhkan pertandingan ujicoba. Soal siapa lawan dan kapan pelaksanaannya, antara manajemen dan tim pelatih akan berkoordinasi lebih dahulu.
‘’Kami malah belum dapat keterangan dari tim pelatih soal ujicoba ini. Mungkin setelah ini, kami akan diskusikan dengan tim pelatih. Yang pasti, manajemen akan mendukung program tim pelatih, jika memang perlu dilakukan ujicoba sebagai bagian langkah persiapan tim,” terang Nunun, sapaan akrab Noor , semalam.
Sementara itu, pada hari ketiga latihan, Milo memberikan menu latihan yang diarahkan pada upaya penguatan otot pemainnya, terutama untuk sesi latihan pagi. Sedangkan, di latihan sore, mantan pelatih Sabah FC Malaysia ini giliran menuangkan latihan teknik dan taktik permainan bertahan.
‘’Latihan fisik, meliputi sprint-sprint pendek seperti biasa. Milo selalu hadir sejam lebih cepat dibanding pemain. Dia menyiapkan sendiri perlengkapan latihan, Milo sangat ketat : no oil, low fat,” rilis Nunun kepada media seputar menu latihan yang tertutup bagi media dan penonton ini. (poy/bua)

Wow, Mitra Kukar Bentuk Dream Team

Tenggarong (beritajatim.com) – Mitra Kukar, salah satu klub peserta kompetisi Liga Prima level satu musim 2011/2012, tak mau muluk-muluk mematok target. Meski begitu, tim yang bermarkas di Stadion Aji Imbut, Tenggarong, itu bertekat membentuk tim impian alias dream team.

Langkah itu dinilai penting agar Mitra Kukar mampu menarik perusahaan multinasional sebagai sponsor. "Tahun pertama kita ingin nama Mitra Kukar terkenal di Indonesia dulu," papar Endri Irawan, Presdir Mitra Kukar,seperti dilansir website LPI.

Guna mewujudkan hal itu, Mitra Kukar telah merekrut sederet pesepakbola beken di Tanah Air seperti Hamka Hamzah, Ahmad Bustomi, Zulham Zamrun, Isnan Ali, Hendro Kartiko, Ardan Aras, Arif Suyono, Jajang Mulyana, Saktiawan Sinaga, Bobby Satria, serta mantan palang pintu Aceh United dan Arema Malang, Piere Njanka. Nama terakhir itu ikut mengantarkan Arema menjuarai Liga Super Indonesia (LSI) musim 2009/2010.Tak cuma itu, Mitra Kukar pun sukses mendapatkan tanda tangan pelatih asal Inggris, Simon McMenemy. McMenemy bukanlah sosok asing bagi publik sepakbola Indonesia. Pria 33 tahun itulah yang mengantarkan timnas Filipina bertemu Indonesia di babak semifinal Piala AFF 2010.

Endri Irawan berharap, dengan hadirnya sejumlah pemain nasional dan pelatih sekaliber McMenemy, nama Mitra Kukar cepat terangkat. "Itu harapan kami. Sebab, bagaimanapun Mitra Kukar adalah tim baru di kompetisi level tertinggi," sambungnya.

Bagaimana Mitra Kukar mampu mendatangkan banyak pemain bintang tersebut? Menurut Endri, di era sepakbola industri ini semuanya serba mungkin. Konkretnya, para pemain itu mau bergabung karena tawaran kontrak yang dijanjikan manajemen Mitra Kukar memang menarik.

Salah satu PR besar manajemen adalah meningkatkan jumlah penonton. Maklum, setiap kali Mitra Kukar menjalani laga kandang, Stadion Aji Imbut yang berpakasitas 22 ribu tempat duduk hanya dihadiri tiga ribu sampai lima ribu penonton., "Pekerjaan utama kita saat ini adalah meningkatkan jumlah suporter yang loyal. Dengan begitu sponsor lebih tertarik masuk," ujar Endri. [rif/but]

Pengamat: Timnas Kurang Beruntung!

Rabu, 12 Oktober 2011 10:54:27 WIB
Reporter : Harisandi Savari

Pamekasan (beritajatim.com) - Perjalanan timnas senior Indonesia di Grup E babak kualifikasi Piala Dunia zona Asia memang tidak berjalan mulus. Meski Tim Nasional (Timnas) Indonesia kalah 2-3 atas Qatar, pengamat sepak bola Pamekasan, Adi Purnawan, tetap memuji penampilan anak asuk Wim Rijsbergen.

Menurutnya, pada pertandingan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Timnas Indonesia telah menunjukkan perlawanan yang cukup sengit. "Tidak ada yang salah pada permainan Indonesia. Tidak ada yang salah pada pelatih Wim. Hanya kurang beruntung saja," kata Adi yang juga mantan pemain Persepam ini. Diakuinya, pada pertandingan melawan Qatar, kemarin malam, fisik pemain pemain Indonesia sudah bagus. Dirinya melihat, tidak ada kelelahan pada pemain hingga 90 menit pertandingan. Tidak hanya itu, tampil menyerang ala Belanda sudah kental terlihat.

"Semuanya butuh proses. Dan, Timnas menunjukkan adanya peningkatan dibandingkan saat ditangani Riedl. Kita harus jujur, bahwa Wim sudah banyak memberikan kontribusi," tandasnya.

Meski demikian, Adi masih berharap Wim bisa memerbaiki lini belakang yang kerap menjadi kelemahan Indonesia. "Pekerjaan rumah yang paling berat adalah membenahi lini belakang," tambahnya. [san/kun]

Manager Meeting, Arema Ajukan Perubahan Jadwal

Rabu, 12 Oktober 2011 11:43:10 WIB
Reporter : Yatimul Ainun

Malang (beritajatim.com) - Kacaunya jadwal pertandingan Indonesia Premier League (IPL) yang dikeluarkan PT Liga Prima pada musim kompetisi mendatang, akan menjadi fokus bahasan manajemen Arema Indonesia di manager meeting yang digelar PSSI di Jakarta.

"Kita sudah melakukan pemeriksaan draf jadwal dari PSSI dan sudah dibawa ke PSSI hari ini," kata Noor Ramadhan, Rabu (12/10/2011).

Pria yang karib disapa Nunun itu mengatakan, kejanggalan draf jadwal kompetisi itu terjadi saat Arema menjalani laga away (tandang) melawan Persiwa Wamena pada tanggal 7 Januari 2012. Pria yang karib disapa Nunun itu mengatakan, kejanggalan draf jadwal kompetisi itu terjadi saat Arema menjalani laga away (tandang) melawan Persiwa Wamena pada tanggal 7 Januari 2012.

Pada tanggal 8 Januari atau keesokan harinya, Arema diwajibkan kembali bertanding melawan Persijap Jepara di laga home (kandang) di Kota Malang.

Selain itu, kejanggalan juga terjadi pada 2 Februari 2012 ketika Arema harus menjalani pertandingan melawan Persema di Malang. Namun dua hari kemudian, atau tanggal 4 Februari 2012, Arema wajib melawan Bontang FC di laga tandang atau di Kalimantan Timur.

"Adanya kejanggalan itu karena dengan estimasi istirahat dan perjalanan ke Wamena serta Kalimantan Timur harus dilakukan dalam sehari, dan itu tidak mungkin terlaksana. Sebab waktunya terlalu mepet. Makanya kami akan bicarakan dengan pihak PT Liga hari ini," katanya. [ain/kun]

Lomba Penelti Muda se Indonesia



Deadline: 15 Oktober 2011

Pusat Pengembangan Ilmiah dan Penelitian Mahasiswa (PPIPM) Universitas Negeri Padang sebagai organisasi mahasiswa yang bergerak dibidang Keilmiahan, Penalaran dan Penelitian mengadakan Lomba Peneliti Muda se-Indonesia untuk yang kedua kalinya. Peserta adalah mahasiswa seluruh perguruan tinggi di Indonesia.
Tema Penelitan adalah Bidang Pendidikan secara general

Agenda kegiatan
1. Penerimaan karya tulis (via e-mail): 15 Oktober 2011
2. Pengumuman Finalis : 22 Oktober 2011
3. Presentasi: 30 Oktober 2011

Untuk informasi lebih lanjut dapat mendownload Buku Panduan Yoreco 2011

Menang Lawan Qatar Timnas Banjir Bonus

Jakarta - Timnas Indonesia akan kebanjiran bonus jika mampu mengalahkan Qatar dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2014, Selasa (11/10) di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

Setelah menderita dua kali kekalahan atas Iran dan Bahrain, posisi Indonesia di Grup E cukup kritis. Kekalahan dari Qatar bisa membuat peluang Indonesia lolos ke putaran selanjutnya semakin tipis, bahkan bisa dibilang tertutup. Untuk itu, pasukan Wim Rijsbergen itu harus meraih poin penuh untuk menjaga peluang lolos.

Jika mampu meraih kemenangan atas Qatar, timnas akan kebanjiran bonus. PSSI akan memberikan bonus sebesar Rp 40 juta kepada para pemain. Selain itu, pemain juga akan mendapat bonus dari kocek pribadi penanggung jawab timnas, Bernhard Limbong."Jika timnas berhasil meraih kemenangan, mereka akan diberikan bonus oleh PSSI sebesar Rp 40 juta. Bonus tersebut merupakan sebuah penghargaan PSSI kepada pemain yang telah berjuang demi bangsa Indonesia," ujar Limbong di sekretariat PSSI, Senin (10/10) malam.

"Selain dari PSSI, saya selaku penanggung jawab timnas juga akan memberikan bonus dari kocek pribadi. Untuk nominalnya, itu rahasia saya," imbuhnya.

Lantas, apakah pemain timnas juga akan mendapat bonus jika bisa meraih hasil imbang mengingat level permainan Qatar jauh di atas timnas Indonesia.

"Sebenarnya bonus akan diberikan jika meraih kemenangan, namun jika meraih hasil imbang pun pasti ada bonus juga, tapi jumlahnya masih harus dibicarakan lagi," tukasnya.

Selain itu, Limbong juga menyebutkan bahwa kondisi timnas dalam kondisi kondusif dan siap bertanding lawan Qatar.

"Kondisi timnas kondusif sejak pertma kali berkumpul 30 September lalu hingga sore ini. Mereka kompak dan komposisi pemain telah terbentuk. Semoga mereka bisa meraih kemenangan lawan Qatar dan saya mohon dukungannya dan doa dari seluruh rakyat Indonesia," tukasnya.
Sumber : inilah.com

Ini Partai Hidup-Mati, Meneer!

Nanti malam, nasib Timnas Indonesia bakal ditentukan. Melawan Timnas Qatar, Timnas Indonesia harus memperoleh poin absolut agar tetap bisa membuka peluang ke babak selanjutnya Pra-Piala Dunia 2014. Pasukan di bawah besutan Meneer Wim Risjbergen itu nasibnya di ujung tanduk.

Mampukah Timnas mampu memenuhi ekspektasi publik yang begitu menggebu atas kiprah Timnas di level internasional? Melakoni laga melawan Qatar, psikis Timnas dalam kondisi terluka. Setelah digebuk Timnas Iran di Teheran dan dipermalukan Timnas Bahrain di Gelora Bung Karno Jakarta, Timnas sekarang berada di level bawah Grup E Pra-Piala Dunia 2014 Zona Asia. Yang dibutuhkan Timnas sekarang bukan sekadar kesiapan teknis. Yang lebih penting adalah iklim psikis yang kondusif. Serangkaian kejadian yang tak menguntungkan Timnas, seperti polemik di internal PSSI yang kunjung reda soal format kompetisi nasional profesional, hubungan pemain dengan pelatih Timnas yang sempat memanas, absennya Boaz Salossa dan Ricardo Salampessy dari pemusatan latihan Timnas jelang laga lawan Qatar, dan lainnya. Semua itu tak menguntungkan bagi kesiapan Timnas jelang laga lawan Qatar. Padahal, Timnas diwajibkan merengkuh angka absolut menghadapi Timnas dari kawasan Timur Tengah tersebut. Gonjang-ganjing yang terus menerjang rumah tangga PSSI sejak satu setengah tahun terakhir adalah realitas yang tak menguntungkan bagi kepentingan sepakbola nasional, khususnya Timnas. Memang, menghadapi laga nanti malam, Wim yang pernah memperkuat Timnas Belanda di Piala Dunia 1974 Jerman dan 1978 Argentina, akan mengubah komposisi timnya dengan sedikit sentuhan pemain muda. Permainan agresif yang ditunjukkan Ferdinand Sinaga menempatkannya di salah satu starting eleven dalam skema 4-4-3 bertransisi ke 4-3-3 kesukaan sang pelatih.

Kehadiran kiper Made Wirawan, Wahyu Wijiastanto, Yongki Aribowo, dan Zulham Zamrun menjadi angin segar di tengah terpuruknya Timnas di dua laga awal, di mana di 2 laga awal itu banyak pemain senior diturunkan Wim tapi hasilnya tak memuaskan. Sehingga ending-nya sempat muncul ketegangan antara Wim versus sejumlah pemain. Sejumlah pemain senior Timnas sempat mengontak Alfred Riedl, mantan pelatih Timnas yang asal Austria itu, untuk berkeluh-kesah tentang kondisi Timnas terakhir.

Akankah Wim bisa menjawab ekspektasi publik yang sangat tinggi kepada Timnas dan bisa memelihara suasana batin pemain dalam kondisi kondusif? Dalam konteks ini, Wim mungkin bisa mengaca dan belajar dari Wiel Coerver. Ya, mantan pelatih Feyenoord Belanda itu ini dikenal sebagai pelatih yang senang menjalin hubungan baik dengan pemain dan menjaga kepentingan anak asuhnya itu. "Saya kenal baik Sepp Herberger, Helmut Schoen. Saya tahu siapa Rinus Michels itu dan banyak lagi coach-coach ternama di Eropa. Dan saya pun pernah menjadi pemain sepakbola. Tapi sekali lagi saya katakan di sini, Coerver tak di bawah mereka. Bahkan dalam soal-soal kemanusiaan Coerver melebihi mereka. Itulah sebabnya saya menilai dia lebih baik dari rekan-rekannya yang lain," kata Bert Sumser, coach atletik Jerman yang pernah melatih di Indonesia.

Coerver tidak suka sikap membungkuk-bungkuk atau ABS (asal bapak senang). Sebab, hal itu tak sejalan dengan kultur dan adat profesionalnya yang diperoleh dan disosialisasikan sejak dini di Belanda. Saat melatih Timnas Indonesia, Coerver pernah ribut dengan Bardosono, Ketua Umum PSSI, soal penentuan pemain.

Coerver juga jago dalam memotivasi pemain. Di Timnas yang dia tangani ketika itu, semua pemain 'diindoktrinasi' agar memiliki kebanggaan saat membela Timnas. Antarpemain itu hakikatnya duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi ketika berada di dalam maupun luar lapangan pertandingan. Sebab, ketika pertandingan berlangsung di lapangan yang menentukan adalah 11 pemain, bukan pelatih. "Anda boleh kumpulkan coach-coach dunia seperti Helenio Hererra, Helmut Schoen, Rinus Michles di pinggir lapangan, tapi begitu peluit wasit memberi tanda pertandingan dimulai, mereka tak bisa berbuat apa-apa. Para pemain yang menentukan," kata Coerver seperti dikutip TEMPO. Itulah Coerver, pelatih Timnas asal Belanda yang namanya dicatat dengan tinta emas dalam sejarah Timnas. Track record itu sangat mungkin ditapaki Wim. [air]

Amadeus Suropati Belum Gabung Arema

Malang (beritajatim.com) - Amadeus Suropati, hingga kini belum menyatakan bergabung dengan Arema Indonesia. Pasalnya, pihaknya saat ini masih berada di Australia.

Sebelumnya, pemain yang saat ini memperkuat klub liga Australia itu yakni Forrestfield United masih mimbang apakah akan kembali bermain di liga Indonesia atau tidak. Namun, kabar yang kini santer, dia akan berlabuh ke tim Singo Edan atau bergabung Persija Jakarta.

Pemain kelahiran 31 Desember 1985 ini, belum ada komunikasi serius dengan manajemen Arema. "Sampai saat ini, Amadeus Suropati memang belum deal kontrak dengan Arema," kata Media Officer Arema, Nor Ramadhan, Selasa (11/10/2011) kepada beritajatim.com. Amadeus katanya, sejauh ini pihak manajemen Arema, baru sebatas berkomunikasi. Karena Amadeus, masih berada di Australia. "Untuk hal yang lebih serius, nanti kita akan bicarakan lagi," jelas pria yang akrab disapa Nunun itu.

Sekedar diketahui, Amadeus merupakan pemain berkewarganegaraan Indonesia yang lama berkarier di dunia sepakbola Australia. Ia sebenarnya sempat memperkuat Deltras Sidoarjo, namun karena jarang bermain membuatnya memutuskan untuk kembali ke Australia.

"Semoga saja, ia segera memutuskan apakah akan bergabung dengan Arema atau tidak. Yang jelas kami tetap melakukan komunikasi dengan dia. Semoga segera ke Malang, agar ada kepastian dan segera bergabung ikut latihan. Apalagi kompetisi sudah tinggal seminggu lagi," katanya.[ain/ted]

Tiga Hari Pimpin Latihan, Milo Bisa Teriak Top Markotop


Selasa, 11 Oktober 2011 11:11:42 WIB
Reporter : Yatimul Ainun

Malang (beritajatim.com)--Baru tiga hari pimpin latihan di Training Center (TC) yang digelar Arema Indonesia di lapangan Agrowisata Kusuma, di Kota Batu, Milomir Seslija, pelatih Arema berkebangsaan Bosnia, sudah lihai mengucapkan slogan tim Singo Edan Arema, yakni Salam Satu Jiwa.

Hal itu sering diucapkan dengan nada berteriak sebagai kata penyemangat kepada para pemain kala latihan berlangsung di lapangan Agrowisata Kusuma Kota Batu. "Itu kalimat yang seriak disampaikan saat latihan perdana," kata Media Officer Arema Indonesia, Noor Ramadhan kepada beritajatim.com, Selasa (11/10/2011). Sementara itu, di hari kedua, aku Pria yang karib disapa Nunun itu, sudah ada peningkatan. Bukan hanya lihai berteriak Salam Satu Jiwa Arema. Tapi juga lihai menyampaikan Top Markotop. Kata tersebut disampaikan sebagai penyemangat saat memimpin latihan.

"Kalau hari pertama sering berteriak Salam Satu Jiwa. Mulai hari kedua dan ketiga, sudah berteriak Top Markotop, saat memuji pemain yang mengikuti menu latihan yang diberikan," katanya sembari tertawa santai.

Milo memang bukan pelatih baru di dunia sepakbola level Asia. Apalagi sama Noh Alam Shah, yang pernah satu klub dengan Milo. Bahkan mantan pelatih Arema, Miroslav Janu, yang kini melatih Persela Lamongan, juga mengenalnya saat sama-sama berasa di Singapura.

Bahkan, dalam website yang dibuatnya, Milo sudah menguasai lima bahasa. Pria yang suka suasana Malang itu, terlihat akrab dengan para pemain dan juga para awak media. Bahkan saat pertama kali bertemu wartawan di rumah pendiri Arema, Lucky Adrianda Zainal, dia mengaku media adalah mitra pelatih dalam dunia sepakbola.

"Karena selain harus ada dukungan dari suporter, dari awak media juga sangat penting, agar klub yang bertarung bisa jadi jawara," akunya beberapa pekan lalu kepada wartawan. [air/ain]

Senin, 10 Oktober 2011

Lawan Spanyol, Capello Jajal Inggris Zonder Rooney

London - Fabio Capello telah mengungkapkan Wayne Rooney dipastikan tidak main saat timnas Inggris beradu dengan Spanyol dalam laga persahabatan November mendatang.

Penyerang Manchester United itu akan kehilangan setidaknya satu laga di Euro 2012 setelah mendapat kartu merah pada laga terakhir kualifikasi melawan Montenegro (7/10/2011), yang beakhir imbang 2-2.

Untuk mencari solusi atas absennya Rooney, Capello pun akan menjalani partai kontra Spanyol sebagai ajang ujicoba bermain tanpa bomber berpengaruh tersebut. "Rooney tidak akan main lawan Spanyol," ujar Capello seperti yang dikutip The Daily Mirror. "Saya ingin mencoba pemain baru, gaya baru dan pergerakan yang beda, sesuatu yang benar-benar berbeda,"

"Mungkin ini artinya dia akan segar saat Euro dan dia bisa saja main sejak paruh pertandingan (melawan Spanyol)," sambung Don Fabio.

"Tapi yang jelas tidak dari awal, dia takkan bermain sejak awal. Kami akan mempersiapkan starting XI yang akan bermain sejak awal di Euro nanti," sambungnya.

Bahkan The England's Allenatore juga memperingatkan posisi inti milik Rooney bukan jaminan, jika pemain yang mengisi posnya bermain dengan memuaskan.

"Saya memiliki banyak penyerang saat ini, dan mereka sangat bagus," sambung Capello.

"Jika yang lain bermain bagus, mereka akan main. Sepanjang karir saya sebagai manajer sudah sering pemain bintang saya letakkan di bangku cadangan. Saya selalu memutuskan siapa pemain terbaik saat itu, disetiap momen berbeda," tukas mantan pelatih yang pernah menukangi AC Milan dan Real Madrid itu.
Sumber : inilah.com

4 Pemain Arema U-21 Magang ke Tim Senior

Malang (beritajatim.com) - Keinginan Arema Indonesia untuk terus merekrut pemain handal menghadapi kompetisi Indonesia Premier League (IPL) 2011-2012 yang akan digelar 15 Oktober mendatang, terus dilakukan.

Tim sekelas Arema, terlihat tak susah cari pemain. Maklum tim kebanggaan warga Malang itu, sudah pernah juara ISL saat dilatih Robert Rene Albert dan pada musin lalu, juga meraih posisi runner up, saat diasuh Miroslav Janu.Sejak dimulainya Training Center (TC) di lapangan Agrowisata Kota Batu, Minggu (9/10/2011), sudah terlihat wajah baru yang beradu nasib di Arema. "Ada 4 pemain yang ikut seleksi. Yakni, Abrasit Talaohu, Krisluk Eko, Kevin Tata dari Arema U21, dan Feri Liga Saputra," kata Manajer Media Officer Arema Noor Ramadhan, kepada beritajatim.com, Senin (10/10/2011).

Adapun pemain barunya, aku pria yang akrab disapa Nunun itu, adalah Legimin Raharjo, pemain asal Persik Kediri. Dia juga terlihat sudah ikut latihan perdana," katanya santai.

Lebih lanjut ditanya soal mengapa TC yang digelar di lapangan Agrowisata Kota Batu tertutup untuk publik? Nunun mengaku, hal tersebut adalah permintaan dari pelatih agar pemain bisa konsentrasi dan fokus. "Untuk teman-teman media hanya diberi waktu maksimal 15 menit, untuk meliput dan ambil gambar," jelasnya.

Kalau latihan di hari perdana tambahnya, digelar secara terbuka untuk umum. "Hari ini sudah tertutup. Hanya media boleh ambil, itupun hanya diberi waktu 15 menit. Saya mohon maaf, apa yang kami lakukan ini untuk kemajuan tim dan kesiapan pemain mengahadapi kompetisi yang sudah di depan mata itu," Beber pria kelahiran Ponorogo itu. [ain/kun]

Tiket Timnas Vs Qatar Sepi Peminat


Jakarta (beritajatim.com) - Timnas senior Indonesia akan menjalani laga krusial di Stadion Gelora Bung Karno, Selasa, 11 Oktober 2011. Bambang Pamungkas cs akan menjamu Qatar dalam laga lanjutan Pra Piala Dunia 2014.

Jika Indonesia meraih kemenangan, maka Indonesia masih terbuka peluang untuk lolos. Namun jika Indonesia takluk, maka peluang Indonesia lolos ke babak selanjutnya semakin tipis, kalau tak mau dibilang hilang. Pasalnya, Indonesia telah takluk dua kali dalam dua laga sebelumnya saat menghadapi Iran dan Bahrain.


Meski laga Selasa nanti menjadi laga krusial bagi Indonesia, tapi tidak berbanding lurus dengan minat suporter menyaksikan langsung laga ini. Hal ini terlihat dari minimnya antusiasme suporter dalam membeli tiket pertandingan di Loket penjualan di area Stadion Gelora Bung Karno. Dari pantauan di lapangan, Senin, 10 Oktober 2011, loket penjualan tiket terlihat lengang tanpa antrean seperti yang tampak di loket penjualan di Pintu V Stadion GBK. Di loket penjualan khusus tiket kategori 3 ini, sejak pagi, tidak tampak antrean calon pembeli tiket.

Salah seorang petugas keamanan Stadion, Wisnu, mengungkapkan, kondisi ini terjadi sejak kemarin saat hari pertama penjualan tiket dibuka. "Dari kemarin memang sepi, berbeda dengan laga sebelumnya terutama saat laga menghadapi Turkmenistan," ujar Wisnu.

PSSI sendiri sejak kemarin telah menyediakan total 65 ribu tiket untuk pertandingan ini. Penjualan tiket dibagi menjadi dua kategori. Pemesanan dan pembelian langsung. Untuk pemesanan, dimulai pada hari Minggu dan Senin (9, 10 Oktober 2011) melalui Raja Karcis dan loket yang tersedia di Stadion Gelora Bung Karno.

Sedangkan, untuk penjualan tiket langsung akan digelar pada hari pertandingan, yaitu Selasa, 11 Oktober 2011 di loket yang disediakan di Stadion Gelora Bung Karno.

Untuk pemesanan dan pembelian tiket VVIP, VIP Barat dan VIP Timur tersedia di loket Pintu IV Stadion GBK. Untuk pemesanan dan pembelian tiket Kategori I di loket Pintu VII Stadion GBK. Untuk pemesanan dan pembelian tiket Kategori 2 tersedia di loket Pintu VIII Stadion GBK. Sementara untuk pemesanan dan pembelian tiket Kategori 3 dapat dibeli di loket Pintu III dan Pintu V Stadion GBK. [kun]

Berikut daftar harga tiket sesuai kategori:

VVIP Rp Rp. 500.000 400 lembar
VIP Barat Rp. 250.000 4.000 lembar
VIP Timur Rp. 150.000 3.800 lembar
Kategori I Rp. 100.000 16.000 lembar
Kategori II Rp. 75.000 15.800 lembar
Kategori III Rp. 50.000 25.000 lembar
Sumber : vivanews.com

Lawan Qatar, Indonesia Tampil Menyerang

Jakarta - Wim Rijsbergen mengaku tidak ingin main bertahan saat menghadapi Qatar, Selasa (11/10) dalam lanjutan kualifikasi Piala Dunia 2014 Grup E. Namun, ia tetap waspada dan tidak gegabah.

Menghadapi Qatar menjadi peluang terakhir Indonesia untuk bisa lolos ke putaran grup selanjutnya. Jika kembali menderita kekalahan, peluang Indonesia untuk melaju bisa dikatakan tertutup. Untuk itu, Wim Rijsbergen menegaskan timnya akan bermain menyerang dan berusaha meraih tiga poin.

"Kami akan bermain menyerang. Seri adalah hasil yang buruk apalagi kalah. Sebagai orang Belanda, kami selalu memainkan sepakbola menyerang karena menyerang adalah cara terbaik untuk meraih kemenangan," tutur Wim dalam jumpa pers di Hotel Century Senayan, Jakarta (10/10). "Sejak masih aktif sebagai pemain, saya selalu dilatih oleh pelatih yang bermain menyerang termasuk di Piala Dunia 1974. Peluang untuk meraih kemenangan semakin kecil jika Anda bermain bertahan. Tapi, kami tidak ingin gegabah dan tetap waspada dengan serangan balik cepat Qatar."

"Gegabah yang saya maksud adalah kami tidak akan bermain dengan delapan orang menyerang untuk berusaha mencetak gol. Kami akan berusaha meminimalisir kesalahan sendiri agar peluang lawan untuk mencetak gol bisa dinetralisir. Kami masih punya waktu 90 menit untuk berusaha meraih kemenangan. Semoga penonton yang hadir di stadion bisa memberikan tambahan moril kepada para pemain," pungkasnya.

Pertandingan antara Indonesia Vs Qatar akan berlangsung hari Selasa (11/10) di Stadion Utama Gelora Bung Karno dan menjadi pertandingan krusial untuk Indonesia setelah mengalami dua kekalahan di laga kontra Iran dan Bahrain. Indonesia saat ini menjadi juru kunci Grup E dengan nilai 0.
Sumber : inilah.com

Donor Sperma Gratis Marak di Amerika

akarta (beritajatim.com) – Maraknya tren pernikahan sejenis di Amerika, menimbulkan polemik bagi pasangan yang ingin memiliki keturunan. Jasa donor sperma gratis pun akhirnya bertebaran.

Masalah ini dialami Beth Gardner, profesional teknologi berusia 35 tahun, yang baru menikahi kekasih sejenisnya, Nicole. Mereka memulai pencarian ke bank sperma yang lengkap dengan catatan latar belakang donornya, dan bisa dipesan sesuai keinginan. Sayang, harganya cukup mahal. Sekitar US$2.000 atau Rp17,8 juta, hanya untuk spermanya saja. Tidak termasuk biaya konsultasi, injeksi sperma, perawatan dan terapi hormon yang menyertainya.

Pulang ke rumah dengan kecewa, Beth dan Nicole pun mencoba merambah internet dan mengetik kata ‘free sperm donor’. Tak disangka, mereka malah masuk ke dunia underground online dengan berbagai iklan pribadi, forum terbuka dan situs-situs dengan keanggotaan. Semua ditujukan bagi wanita yang mencari donor sperma.

Situs-situs itu juga mencari dan menawarkan pria dengan spermanya. Tapi tak seperti bank sperma, mereka tak perlu dibayar. Selain itu, pria-pria ini juga membuka identitasnya dan mengizinkan dihubungi anak-anak mereka kelak. Motif mereka beragam, ada yang sekadar iseng, ada yang demi seks dan ada pula yang ingin menebarkan gen.

Penasaran, Beth dan Nicole mencobanya. Beberapa hari kemudian, ada yang berminat dengan permintaan mereka. “Beberapa diantaranya aneh. Tapi selebihnya baik dan sudah jelas, mereka terpelajar,” ujar Beth.

Berbagai tes kesehatan dilakukan dan akhirnya pilihan mereka jatuh pada pria berusia 30-an tahun. Kedua perempuan itu meminta sperma bukan secara alamiah alias berhubungan seksual. Namun, dengan inseminasi buatan (AI). Yakni sperma disuntikkan ke dalam vagina atau dimasukkan ke dalam wadah lateks yang cukup dimasukkan ke dalam mulut rahim.

Dengan proses yang mudah itu, tempat pertemuan pun bisa ditentukan secara mendadak. Mulai dari hotel, kursi belakang mobil, trailer berkemah, hingga kamar mandi Starbucks. Beth dan Nicole, serta donor mereka memilih tempat yang terakhir.

Si donor ejakulasi di kamar mandi dan menyerahkan wadah lateks penuh sperma kepada Nicole. Kemudian gantian, Nicole yang masuk kamar mandi dan ‘menyuntikkan’ sperma itu.

Ketiganya kemudian duduk di dalam kedai kopi itu, seperti tiga kawan yang sedang hangout. Sayang, Nicole tak hamil. Akhirnya mereka mencoba donor baru dan Beth makin percaya dengan metode ini hingga meluncurkan situs Free Sperm Donor Registry (FSDR) yang mirip situs kencan, untuk orang-orang seperti dirinya dan Nicole.

Dalam enam bulan, FSDR memiliki lebih dari dua ribu anggota, termasuk diantaranya empat ratus donor. Mereka mengklaim sukses ‘menghamili’ belasan orang dan lima diantaranya akan lahir tahun ini. Apa yang dilakukan Beth dan Nicole serta keberadaan FSDR, merupakan perubahan baru dalam penelitian ilmuwan mengenai kesuburan.

Apalagi di Amerika, biaya mendatangi bank sperma yang resmi cukup mahal. Mereka yang menikahi pasangan sejenisnya juga kecewa karena asuransi tak mau menanggung biaya inseminasi buatan kecuali juga si perempuan memiliki bukti benar-benar tak bisa mengandung. Lagipula, mereka merasa si anak harus kenal ayahnya, hal yang dirahasiakan bank sperma.

Jika sebelumnya masalah kesulitan memiliki anak, terutama di Amerika, biasanya dikaitkan dengan kesehatan pasangan. Namun, kali ini masalahnya orientasi seksual. Tentu, pasangan sejenis tak bisa menciptakan kehidupan normal dan membutuhkan pihak ketiga untuk membantunya. Di sinilah situs seperti FSDR berperan besar, meski anggotanya kebanyakan tak saling kenal. [kun]
Sumber : inilah.com

SMS Penyebaran HIV-AIDS Lewat Tusuk Gigi Gegerkan Lumajang

Senin, 10 Oktober 2011 14:05:27 WIB
Reporter : Harry Purwanto

Lumajang(beritajatim.com) - Sebuah SMS mengenai mewaspadai
penyebaranHIV-AIDS melalui tusuk gigi beredar di kalangan petugas kesehatan seperti Dokter, Perawan dan Bidan di Lumajang. Pasalnya, SMS yang diterima petugas kesehatan didapat dari Bupati Lumajang, Sjahrazad Masdar.

SMS soal bahaya penyebaran virus HIV-AIDS melalui tusuk gigi,
dilakukan oleh si penderita yang putus asa dalam hidupnya dan hendak menyebarkan pada orang lainya menggunakan tusuk gigi di setiap warung makan.

"Meski ada SMS seperti ini, tetap kami perhatikan,'
kata Kabid Pencegahan Penyakit Menular dan Penyehatan Sanitasi Dasar (P2MPSD) Dinkes Lumajang, Dr. Syaiful Ihsan pada beritajatim.com di ruang kerjanya, senin (10/10/2011).
Lanjut dia, dirinya mendapat SMS dari Bupati secara langsung, apalagi Kadinkes Buntaran juga dikirimi. Meskipun bahaya ini belum ada di Lumajang, tetapi tetap diwaspadai dan menghimbau pada warung makan yang menyediakan tusuk gigi.

"Dalam SMS itu, si penderita akan melukasi gusinya dengan tusuk gigi dan tusuk gigi dikembalikan pada tempatnya, bukan dibuang," ujar Syaiful.

Meski SMS mengenai penularan HIV-AIDS melalui tusuk gigi belum beredar di masyarakat, Dinkes Lumajang terus melakukan pengawasan dan sosialisasi pada sejumlah petugas kesehatan di Pelayanan. "Kami meminta pada petugas kesehatan di desa untuk menyampaikan dengan baik, jangan sampai membuat keresahan," jelasnya.

Bahaya virus HIV-AIDS terus menjadi pantauan dan pengawasan utama dikarenakan di Lumajang setiap tahun ada saja penderita penyakit berbahaya yang tidak ada obatnya itu.[har/ted]

Sabtu, 08 Oktober 2011

ILMU PERBANDINGAN AGAMA (Isi, Perkembangan, dan Manfaatnya bagi seorang Muslim)

A. Pendahuluan

Ilmu Perbandinghan Agama (IPA) sering menimbulkan salah pengertian. Pertama, seseorang sering memahami IPA sebagai ilmu yang hanya membandingkan antara agama yang satu dengan agama lain. Padahal tujuan dari IPA bukan sekedar membanding-bandingkan, tetapi lebih luas dari itu. Bahkan seorang sering mengira bahwa tugas IPA adalah menilai kesalahan-kesalahan agama lain. Padahal menilai kesalahan-kesalahan agama lain bukanlah tugas dari IPA, tetapi tugas dari Ilmu Kalam atau Teologi Islam. Kedua, seseorang dengan apriori mengangap bahwa IPA mendangkalkan aqidah. Sebab seseorang mengira bahwa dengan mempelajari IPA akan mengurangi keyakinan agama Islam. Padahal justru dengan mempelajari IPA seorang Muslim akan semakin menemukan mutu-manikam keunggulan ajaran agama Islam dibandingkan ajaran agama lain. Mutu-manikam keunggulan ajaran Islam kurang tampak kalau tidak dibandingkan dengan ajaran agama lain, tetapi justru tampak cemerlang setelah dibandingkan dengan ajaran agama lain.

Berdasarkan latar belakang di atas, maka dalam karangan ini akan dikaji Ilmu Perbandingan Agama secara seksama meskipun dengan ringkas. Dengan demikian dapat mengurangi atau menghilangkan beberapa sakwasangka tentang Ilmu Perbandingan Agama. Oleh karena itu pada karangan ini secara singkat akan dibahas pengertian dan nama-nama Ilmu Perbandingan Agama, obyek Ilmu Perbandingan Agama, metode-metode Ilmu Perbandingan Agama, perkembangan Ilmu Perbandingan Agama, dan manfaat Ilmu Perbandingan Agama bagi seorang Muslim.B. Ilmu Perbandingan Agama.

1. Pengertian dan nama-nama Ilmu Perbandingan Agama.

Ilmu Perbandingan Agama adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang berusaha untuk memahami gejala-gejala keagamaan dari suatu kepercayaan (agama) dalam hubungannya dengan agama lain. Pemahaman ini mencakup persamaan (kesejajaran) dan perbedaannya. Selanjutnya dengan pembahasan tersebut, struktur yang asasi dari pengalaman keagamaan manusia dan pentingnya bagi hidup dan kehidupan manusia dapat dipelajari dan dinilai ( Ali, 1975: 5).

Di samping nama Ilmu Perbandingan Agama, ada beberapa nama lain dari Ilmu perbandingan Agama. Nama-nama tersebut antara lain: Allgemeine Religionswissenschaft, Science of Religions, The History of Religions, Comparative Studies of Religion, Phenomenology of Religion, Historical Phenomenology, The Study of World Religions dan The Comparative Study of Religions (Daya dan Beck, 1990: 57), Systematic Science of Religion (Daya dan Beck, 1992: 30), Vergleichende Religionswissenschaft (Daya dan Beck, 1992: 165), Ilmu Agama-agama (Daya dan Beck, 1990: 28), Ilmu Agama, Sejarah Agama, Fenomenologi Agama (Daya dan Beck, 1990: 126). Dari beberapa nama tersebut nama Phenomenology of Religion dan Fenomenologi Agama kadang-kadang digunakan untuk nama suatu bidang studi tertentu yang lebih sempit cakupannya dari studi Ilmu Perbandingan Agama, yaitu mengkaji agama dengan metode fenomenologis saja.

Berdasarkan nama-nama lain dari Ilmu Perbandingan Agama di atas, jelaslah bahwa Ilmu Perbandingan Agama tidak hanya membanding-bandingkan agama saja, tetapi juga melakukan kajian historis, fenomenologis, atau secara umum melakukan kajian yang bersifat ilmiah atau scientific. Hal itu akan semakin jelas setelah dibahas mengenai metode-metode yang digunakan dalam Ilmu Perbandingan Agama.



2. Obyek Ilmu Perbandingan Agama

A. Mukti Ali, seorang pakar Ilmu Perbandingan Agama di Indonesia, menjelaskan bahwa obyek Ilmu Perbandingan Agama adalah pertanyaan-pertanyaan yang bersifat fundmental dan universal dari tiap-tiap agama. Beberapa pertanyaan tersebut akan akan dijawab sesuai dengan ajaran agama masing-masing. Beberapa pertanyaan yang bersifat fundamental dan universal tersebut antara lain: apakah konsepsi agama tentang Tuhan? Apakah konsepsi agama tentang manusia? Apakah konsepsi agama tentang dosa dan pahala? Apakah hubungan kepercayaan dengan akal? Bagaimanakah hubungan antara agama dengan etika? Apakah fungsi agama dalam masyarakat? dsb. ( Ali, 1975: 7).

Berbeda dengan A. Mukti Ali, Joachim Wach dari sudut pandang yang lain, berpendapat bahwa obyek Ilmu Perbandingan Agama adalah pengalaman agama. Menurut Joachim Wach pengalaman agama berbeda dengan pengalaman psikis biasa. Pengalaman agama mempunyai beberapa kriteria tertentu. Kriteria pertama, pengalaman agama merupakan suatu tanggapan terhadap apa yang dihayati sebagai Realitas Mutlak. Kedua, pengalaman agama merupakan tanggapan yang menyeluruh atau utuh (akal, perasaan, dan kehendak hati) manusia terhadap Realitas Mutlak. Ketiga, pengalaman agama merupakan pengalaman yang paling kuat, menyeluruh, mengesankan, dan mendalam dari manusia. Keempat, pengalaman agama merupakan pengalaman yang menggerakan untuk berbuat. Pengalaman tersebut mengandung imperatif, menjadi sumber motivasi dan perbuatan yang tak tergoyahkan (Wach, 1969: 31-36). Pengalaman agama yang subyektif ini diekspresikan atau diungkaplan dalam tiga ekspresi, yaitu: a. pengalaman agama yang diungkapkan dalam pikiran. b. pengalaman agama yang diungkapkan dalam tindakan. c. pengalaman agama yang diungkapkan dalam kelompok (Wach, 1969: 97). Pengalaman agama yang diungkapkan dalam pikiran terutama berupa mite, doktrin, dan dogma. Pengalaman agama ini dapat berbentuk symbol, oral, dan tulisan. Tulisan-tulisan bisa berupa kitab suci dan tulisan klasik Untuk keperluan memahami kitab suci diperlukan literature yang sifatnya menjelaskan, misalnya Talmud, Zend dalam Pahlevi, Hadis dalam Islam, Smrti di India, tulisan-tulisan Luther dan Calvin dalam Protestan. Agama-agama besar juga mempunyai credo, yaitu suatu ungkapan pendek tentang keyakinan, syahadat dua belas dalam Kristen, dua syahadat dalam Islam, dan shema dalam Yahudi. Adapun tema yang fundamental dalam pengalaman agama yang diungkapkan dalam pikiran adalah Tuhan, kosmos, dan manusia (Teologi, kosmologi, dan antropologi). Selanjutnya pengalaman agama yang diungkapkan dalam tindakan berupa kultus (peribadatan) dan pelayanan. Peribadatan sebagai tanggapan terhadap Realitas Mutlak harus dilakukan di mana, kapan, bagaimana caranya, dan oleh siapa? Apakah ibadah itu harus dilakukan sendiri-sendiri atau secara berjamaah? Termasuk dalam uangkapan perbuatan ini adalah kurban dengan segala seluk-beluknya. Termasuk dalam pembahasan ini adalah maslah imitation, yaitu mencontoh tingkah laku dan kehidupan seorang pemimpin agama. Termasuk dalam pembahasan ini adalah keinginan supaya orang lain juga beragama seperti dia, yaitu masalah missionary atau dakwah. Akhirnya pengalaman agama yang diungkapkan dalam kelompok berupa kelompok-kelompok keagamaan (Ecclesia atau Gereja, Kahal, Ummah, Sangha). Di sini dibahas juga masalah hubungan antara orang yang beragama dengan masyarakat umumnya, bahasa yang dipergunakan dalam pergaulan mereka baik antar-agama maupun intra-agama sendiri, fungsi, kharisma, umur, seks, keturunan, dan status (Ali, 1993: 79-81).

Ketiga ekpresi pengalaman agama di atas (pikiran, tindakan, dan kelompok) yang menjadi obyek Ilmu Perbandingan Agama meliputi semua agama yang ada dan aliran-alirannya.

Kedua pandangan di atas dapat digabungkan sebagai obyek Ilmu Perbandingan Agama. Pertanyaan-pertanyaan yang fundamental dan universal bagi setiap agama dan pengalaman agama, keduanya merupakan aspek-aspek penting dari obyek Ilmu Perbandingan Agama.



3. Metode-metode Ilmu Perbandingan Agama.

Ada beberapa metode yang digunakan dalam Ilmu Perbandingan Agama. Metode-metode tersebut ialah:

1. Metode Historis.

Dalam metode ini agama dikaji dari segi atau aspek periodesasi dan saling pengaruh antara agama yang satu dengan agama lainnya. Di sini dikaji asal-usul dan pertumbuhan pemikiran dan lembaga-lembaga agama melalui periode-periode perkembangan sejarah tertentu, serta memahami peranan kekuatan-kekuatan yang diperlihatkan oleh agama dalam periode tersebut (Wach, 1969: 21).

Agama yang dikaji dalam metode ini bukan hanya agama secara keseluruhan, tetapi juga dapat dikaji aliran-aliran tertentu dari suatu agama maupun tokoh-tokoh tertentu dari suatu agama dalam periode tertentu dalam sejarah (Jongeneel, 1978: 49).

Bahan dalam kajian in biasanya mempergunakan bahan primer dan sekunder, baik yang bersifat literer (filologis) atau non-literer (arkeologis) (Jongeneel, 1978: 51).

Beberapa contoh kajian histories misalnya kajian C.J. Bleeker dan G. Widrengen dalam bukunya Historia Religianum, Handbook for the History of Religious. R.J.Z. Werblowsky dalam bukunya Histoire des Religions. Ugo Bianchi dalam bukunya La Storia delle Religioni. J.P. Asmussen dan J. Laessoe dalam bukunya Handbuch der Religiongeschichte. H. Ringgren dan A.V. Strom dalam bukunya Religious of Mankind. Today and Yesterday. T.O. Ling dalam bukunya History of Religion East and West. E. Dammann dalam bukunya Grundriss der Religionsgeschichte, dan S.A. Tokarev dalam bukunya Die Religion in der Geschichte der Volker (Whaling, 1984: 57-63).

Para sarjana yang mempergunakan metode historis ini antara lain: C.J. Bleeker, G. Widrengen, A. Reviolle, A. Bertholet dan Fr. M. Muller (Jongeneel, 1978: 59).



1. Metode Sosiologis.

Dalam metode ini dikaji problem-problem agama dan masyarakat dalam hubungannya satu sama lainnya. Banyak yang dapat dikaji dalam metode ini. Misalnya pengaruh kehidupan masyarakat dan perubahan-perubahannya terhadap pengalaman agama dan organisasi-organisasinya; pengaruh masyarakat terhadap ajaran-ajaran agama, praktek-praktek agama, golongan-golongan agama, jenis-jenis kepemimpinan agama; pengaruh agama terhadap perubahan-perubahan sosial, struktur-struktur sosial, pemenuhan atau fustrasi kebutuhan kepribadian; pengaruh timbale balik antara masyarakat dengan struktur intern persekutuan agama (segi keluar-masuknya jadi anggota, segi kepemimpinannya, toleransinya, kharismanya, dsb.); pengaruh gejala-gejala kemasyarakatan (mekanisasi, industrialisasi, urbanisasi, dsb.) terhadap agama; pengaruh agama terhadap etik, hukum, negara, politik, ekonomi, hubungan-hubungan sosial, dsb. (Jongenel: 1978: 68-69).

Beberapa contoh dari metode sosiologis ini misalnya: kajian Emile Durkheim mengenai hubungan totem dengan masyarakat. Menurut Emile Durkheim bentuk dan macam totem tergantung pada bentuk masyarakat. Dalam kajian lainnya ia menghubungkan antara gejala bunuh diri dengan Katolik dan Protestan. Menurutnya gejala bunuh diri di kalangan Katolik lebih sedikit dibandingkan di kalangan Protestan. Hal itu terjadi karena masyarakat di kalangan Katolik lebih banyak tergantung pada tradisi, sehingga problem-problem yang menimpa anggota-anggotanya dapat diselesaikan melalui tradisinya. Sedang di kalangan Protestan lebih bersifat individual, sehingga problem-problem yang menimpa anggota-anggotanya terpaksa dipecahkan secara individual.

Contoh lainnya misalnya kajian Max Weber dalam bukunya The Protestan Ethic and the Spirit of Capitalism tentang hubungan antara ajaran etik Protestan dengan sikap kapitalis (Nottingham, 1985: 136-137). Renato Poblete SJ dan F. O’Dea dalam penelitiannya pada para imigran Puerto Rico di New York dengan judul “Anomie and the Quest for community,” The Formation of Sects among the Puerto Ricans of New York,” menjelaskan bahwa konversi pemeluk Gereja Katolik ke gereja Pentecostal bermotif pembebasan dari krisis sosial dan situasi anomi yang menimbulkan krisis batin (Hendropuspito, 1986: 85-86).

Beberapa sarjana yang menggunakan metode sosiologis antara lain: Joachim Wach, Milton Yinger, G. Le Bras, Gustav Mensching, (Jongeneel, 1978: 69), Fustel de Coulangers, Emile Durkheim, Max Weber, Ernst Troeltsch, Werner Sombart, Max Scheler (Wach, 1969: 23).



1. Metode psikologis.

Di sini dikaji aspek batin dari pengalaman agama individu maupun kelompok (Wach, 1969: 23). Di dalam metode ini dikaji interrelasi dan interaksi antara agama dengan jiwa manusia (Jongeneel, 1978: 86). Kajian psikologis ini meliputi masalah arketipus, symbol, mite, numinous, penyataan (wahyu), iman, pertobatan, revival, suara hati, keinsafan dosa, perasaan bersalah, pengakuan dosa, pengampunan, kekhawatiran, kebimbangan, penyerahan diri, kelepasan, askese, kesucian, mistik, meditasi, kontemplasi, ekstase, orang-orang introvert agama, orang-orang ekstrovert agama, kehidupan jiwa orang-orang psikose, psikopati, neurose, dsb

Beberapa contoh dari penggunaan metode psikologis misalnya: kajian agama yang dilakukan oleh J. M. Charcot dan P. Janet. Mereka menyimpulkan bahwa agama dapat dijabarkan terutama kepada neurose dan histeri. Sigmund Freud menyimpulkan bahwa agama harus dipandang sebagai suatu gejala dari tahun-tahun masa kecil yang hidup terus dalam kedewasaan, suatu ketidakdewasaan yang kolektif, suatu simtom neurotis, suatu impian, suatu illusi. W. Wund berpendapat bahwa agama ditinjau dari segi asal-usulnya merupakan gejala yang berhubungan dengan kehidupan jiwa bangsa, bukan kehidupan jiwa individu. William James menyimpulkan bahwa orang healthy minded soul dapat mengembangkan diri secara selaras, sedang orang yang sick soul bersifat pesimistis dan bertabiat melankolis (Jongeneel, 1987: 88-89). Gordon Allport membagi masyarakat religius ke dalam tipe instrinsik dan ekstrinsik. Starbuck mengkaji tentang fenomena konversi keagamaan. Leube di samping mengkaji tentang konversi keagamaan juga tentang pengalaman mistik (Connolly, 2002: 192, 196).

Beberapa sarjana yang mengkaji agama secara psikologis antara lain S. Freud, W. James, Gordon Allport, Carl Jung, Edwin Starbuck, Charcox, Ribot, Janet, Smityh and Fowler, Vande Kemp, dsb. (Whaling, 1984: 27-36).



d. Metode Antropologis.

Metode ini memandang agama dari sudut pandang budaya manusia. Asal-usul dan perkembangan agama dikaitkan dengan budaya manusia (Harsojo, 1984: 221). Biasanya metode ini berjalan sejajar dengan aliran-aliran yang ada dalam antropologi. Misalnya aliran evolusionisme, fungsionalisme, strukturalisme (Daradjat at. all., 1983: 56-60).

Contoh dari penggunaan metode antropologis ini misalnya: Kajian E.B. Taylor dalam bukunya Primitive Culture, yang menyimpulkan bahwa menurut evolusi asal-usul agama adalah animisme. Berikutnya Andrew Lang dalam bukunya The Making of Religion menyimpulkan bahwa awal agama adalah kepercayaan kepada dewa yang tertinggi. Akhirnya James Frazer dalam bukunya The Golden Bough menyimpulkan bahwa magi merupakan agama yang tertua. Marett dalam bukunya The Threshold of Religion menyimpulkan bahwa pangkal religi adalah suatu emosi atau suatu getaran jiwa yang timbul karena kekaguman manusia terhadap hal-hal dan gejala-gejala tertentu yang sifatnya luar biasa (Koentjaraningrat,1980: 46-61).

Beberapa sarjana yang mengkaji agama dengan metode antropologis antara lain: Edward B. Tylor, Andrew Lang, James George Frazer, Robert R. Marett, Wilhelm Schmidt, Arnold vn Gennep, Bronislaw Malinowski, Robert H. Lowie (Waardenburg, 1973: xi, xiii).



e. Metode Fenomenologis.

Metode ini mengkaji agama dari segi essensinya. Dalam metode ini pengkaji agama berusaha mengenyampingkan hal-hal yang bersifat subyektif. Pengkaji agama berusaha mengkaji agama menurut apa yang difahami oleh pemeluknya sendiri, bukan menurut pengkaji agama.

Cara kerja metode ini adalah mengklasifikasi, menamai, membandingkan dan melukiskan gejala agama dan gejala-gejala agamani tersendiri (tertentu), dengan tidak memberikan penilaian tentang nilai, kenyataan dan kebenaran agama dan gejala-gejala agama tersendiri (tertentu), tetapi menyerahkannya kepada filsafat agama dan teologi sistematis. Filsafat agama akan menilainya dalam terang akal-budi yang murni, sedang teologi sistematis akan menilainya dalam Penyataan Ilahi atau Wahyu (Jongeneel, 1978: 106-107).

Contoh dari metode fenomenologis ini misalnya Rudolf Otto dalam bukunya The Idea of the Holy mengkaji tentang yang kudus (holy) (Otto, !950: vii-viii). Gerardus van der Leeuw dalam bukunya Religion in Essence and Manifestation mengkaji tentang obyek agama, subyek agama dan obyek dan subyek agama dalam hubungannya satu dengan lainnya (Leeuw, 1963: ix-xii). Mariasusai Dhavamony dalam bukunya Phenomenology of Religion mengkaji bentuk-bentuk primitif agama, obyek agama, agama dan pengungkapannya, pengalaman religius, dan tujuan agama (Dhavamony, 1995: 11-15). Annemarie Schimmel dalam bukunya Deciphering the Signs of God: A Phenomenological Approach to Islam menkaji hal-hal yang suci dalam Islam: alam dan kebudayaan yang suci, ruang dan waktu yang suci, tindakan yang suci, firman dan kitab suci, individu dan masyarakat suci, Tuhan dan ciptaan-Nya (Schimmel, 1996: 7).

Beberapa sarjana yang mengkaji agama dengan metode fenomenologis antara lain: Ninian Smart, G. Widrengen, Friedrich Heiler, Gustav Mensching, W. Brede Kristensen, C.J. Bleeker, R. Otto, dan Gerardus van der Leeuw (Whaling, 1984: 64-67). Di sini tampaklah beberapa sarjana yang di samping mengkaji agama secara fenomenologis juga historis, yaitu C.J. Bleeker dan G.Widrengen. Hal ini logis, karena metode fenomenologis lahir dari ibu kandung metode historis.



e. Metode Typologis.

Metode ini mengkaji agama atau gejala-gejala agama dengan membuat tipe-tipe tertentu. Di sini gejala-gejala agama yang ruwet disusun dengan tipe-tipe ideal. Dalam metode ini disusunlah tipe-tipe mistik, teologi, peribadatan, kharisma agama, pemimpin agama, kekuatan agama, kelompok-kelompok agama, kejiwaan pemeluk agama, dsb.

Beberapa sarjana yang menggunakan metode tipologis ini misalnya: Max Weber, Howard Becker, Wiliiam James, Wilhelm Dilthy, Herder, Hegel (Wach, 1961: 26).



f. Metode Perbandingan atau Komparatif.

Dalam metode ini agama secara umum atau gejala-gejala agama (unsur-agama) diperbandingkan satu dengan lainnya. Ada beberapa cara dalam membandingkan ini. Menurut Ake Hultkranz, yang dibandingkan adalah fungsi-fungsi unsur agama dalam konteks budaya. Menurut O. Lewis, perbandingan bisa berupa perbandingan terbatas maupun perbandingan tak terbatas. Menurut Platvoet, perbandingan dapat berupa agama-agama sebagai keseluruhan maupun perbandingan gejala-gejala yang bersamaan di dalam agama-agama. Adapun van Baaren dan Leertouver membedakan antara perbandingan transkultural dengan perbandingan kontekstual. Dalam perbandingan transkultural perhatian ditujukan kepada pada cara dan unsur-unsur agama yang dianggap oleh penganut agama tersebut berbeda dengan cara dan unsur agama orang luar. Sedang dalam perbandingan kontekstual agama atau unsur agama dibandingkan dalam situasi konteks agama dan kebudayaan masing-masing. Akhirnya Ake Hulkrantz juga menunjukkan perbandingan melalui prinsip-prinsip sejarah, fungsional, struktural, dsb.(Burhanuddin dan Beck, 1992: 53-56).

Beberapa metode di atas biasanya dikenal sebagai metode yang bersifat ilmiah atau scientific. A. Mukti Ali menyatakan bahwa metode ilmiah saja tidaklah cukup untuk mendekati agama, perlu dilengkapi dengan metode lain yang khas agama yaitu metode dogmatis. Oleh karena itu metode yang lengkap unruk mendekati agama adalah sintesis dari metode ilmiah dan dogmatis yang disebut dengan metode religio-scientific atau scientific-cum-doctrinair atau ilmiah-agamis (Ali, 1993: 79).

Berdasarkan beberapa metode yang digunakan dalam Ilimu Perbandingan Agama di atas (historis, sosiologis, psikologis, antropologis, fenomenologis, typologies, dan komparatif) jelaslah bahwa Ilmu Perbandingan Agama bukan sekedar membanding-bandingkan agama. Ilmu Perbandingan Agama lebih merupakan ilmu yang mengkaji agama secara luas yang bersifat ilmiah atau scientific dengan menggunakan berbagai metode (historis, sosiologis, psikologis, antropologis, fenomenologis, typologies, dan komparativ) dan metode dogmatis sekaligus (ilmiah-agamis). Metode perbandingan atau komparatif hanyalah merupakan salah satu saja dari metode yang dipakai dalam Ilmu Perbandingan Agama. Metode perbandingan atau komparatif yang digunakanpun lebih luas dari persangkaan orang, yaitu sekedar membanding-bandingkan agama. Metode perbandingan yang dipakai dalam Ilmu Perbandingan Agama lebih luas dari pada itu, yaitu mencakup perbandingan fungsi-fungsi unsur agama dalam konteks budaya, perbandingan terbatas dan tak terbatas, perbandingan transkultural dan kontekstual, perbandingan melalui prinsip-prinsip sejarah, fungsional, structural, dsb.



C. Perkembangan Ilmu Perbandingan Agama.

1. Perkembangan di Dunia Barat.

Di dunia Barat beberapa abad sebelum Yesus lahir, Herodotus (481 SM), beroros (250 SM), Cicero (106-38 SM), Sallustius (86-34 SM) telah memberikan sketsa tentang sejarah berbagai agama dan menggambarkan adapt kebiasaan bangsa-bangsa lain yang diketahuinya pada waktu itu. Strabo (63 SM – 21 M) telah menulis dengan kritis agama-agama di dunia Timur. Ia diikuti oleh Varro (116-27 SM) dan Tacitus (55-117 M).

Selanjutnya beberapa penulis Kristen apologis pada abad-abad pertama seperti Aristides telah memberikan interpretasi tentang hubungan antara agama kafir, Yahudi dan Kristen. Berikutnya Clement dari Alexandria (202 M) menulis tentang agama Buddha. Saxo (1220 M) dan Snorri (1241) menulis tentang agama-agama di Eropa Utara.

Marco Polo (1254-1324 M) yang telah menjelajahi Asia Tengah pada tahun 1271 dan Negeri Tiongkok pada tahun 1275 telah menulis tentang agama-agama Timur di Eropa pada masa itu.

Pada masa Reformasi dan Renaissanse, Erasmus (1469-1536 M) menulis tentang elemen-elemen agama kafir yang terdapat dalam peribadatan agama Roma Katolik dan ajaran-ajarannya. Kemudian diikuti oleh Toland dalam bukunya Christianity not Mysterius (1696).

Sejalan dengan semangat Rasionalisme, maka mulailah teori evolusi tentang asal-usul agama, dengan menolak adanya revelation (wahyu). Hal ini tampak dalam bukunya David Hume dengan judul Natural History of Religion (1757) dan dalam bukunya Voltair berjudul Essay (1780).

Selanjutnya diikuti dengan penelitian agama yang historis dari Duperon tentang agama Persia; William Jones tentang agama Sanskrit; Champollion tentang agama Mesir Lama; Rask tentang agama Persia dan India; Niebuhr, Botta, Layard dan lainnya menulis tentang agama Babilonia. Kemudian Ernest Renan (1822-1892) menjadi orang pertama yang menciptakan istilah “Comparative Study of Religion.”

Setelah itu ilmu baru ini mendapat sambutan yang hangat di berbagai Universitas di Barat. Sebelum penutup abad ke-19 sudah terdapat ahli-ahlinya di Belanda, Switzerland, Perancis, Italia, Denmark, Belgia dan Amerika. Setelah itu diterbitkanlah beberapa buku, majalah, dan diadakan beberapa konggres internasional ( Ali, 1975: 11-14).

Namun Ilmu Perbandingan Agama dalam arti yang sebenarnya lahir pada saat Max Muller (1823-1900) menulis beberapa karangannya tentang agama-agama. Oleh karena itu Max Muller dapat disebut sebagai bapak Ilmu Perbandingan Agama.

Ilmu Perbandingan Agama di Barat dapat berkembang dengan baik karena didukung oleh suasana dan semangat ilmiah yang baik dan dana yang memadai.



2. Perkembangan di Dunia Islam.

Cukup menarik bahwa di dunia Islam karangan atau tulisan tentang perbandingan agama terdapat di dalam kitab-kitab yang membahas tentang ilmu bumi dan sejarah. Misalnya tulisan agama-agama lain terdapat di dalam Kitab ad-Din wad-Dawlah karangan Ali ibn Sahl Rabban at-Thabari. Namun harus diakui bahwa beberapa tulisan tersebut bersifat apologis.

Selanjutnya pada abad ke-11 tampillah Ibn Hazm (994-1064), salah seorang penulis besar dalam Islam, telah menulis kitab sekitar 400 jilid tentang sejarah, teologi, hadits, logika, syair, dsb. Kitabnya yang berkaitan dengan agama lain ialah Al-Fasl fil-Milal wal-Ahwa’ wan-Nihal. Di dalam kitab tersebut Ibn Hazm membahas tentang agama Kristen dan Kitab Bible.

Kemudian salah seorang penulis Muslim terkemuka, Muhammad Abdul Karim Asy-Syahrastani (1071-1143) menulis Kitab Al-Milal wan-Nihal (1127). Di dalam kitab tersebut ia membagi agama menjadi: Islam, Ahlul Kitab dan orang yang mendapatkan wahyu tetapi tidak tergolong Ahlul Kitab, yaitu orng-orang yang bebas berpikir dan ahli-ahli filasafat.

Namun haruslah diakui bahwa perkembangan pebandingan agama di dunia Islam tidak luput dari apologi. Tulisan yang bersifat apologis ini tampak dalam tulisan Ahmad as-Sanhaji Qarafi (meninggal 1235) dalam bukunya Al-Ajwibah al-Fakhirah an al-As’ilah al-Fajirah. Kitab ini merupakan jawaban terhadap buku Risalah ila Ahad al-Muslimin yang dikarang oleh Uskup dari Sidon. Muhammad Abduh menulis buku Al-Islam wan Nashraniyah ma’al ‘ilmi wal-Madaniyah, sebagai jawaban terhadap tulisan-tulisan Farah Antun dalam Al-Jami’ah. Masih banyak beberapa tulisan dari penulis Muslim yang bersifat apologis misalnya Husain Hirrawi, Syaikh Yusuf Nabbani, Ahmad Maliji, Muhammad Ali Maliji, Abdul Ahad Dawud, dsb. Di sini perlulah disebut karangan apologis yang sangat baik, yaitu buku The Spirit of Islam, karangan Ameer Ali.

Secara garis besar dapatlah disimpulkan bahwa perkembangan Ilmu Perbandingan Agama di dunia Islam kurang menguntungkan dibandingkan dengan Barat. Sebagian besar kitab yang dikarang oleh penulis Muslim bersifat apologis. Kitab-kitab yang membahas tentang agama lain banyak yang tidak orisinil sumbernya. Sedikit yang orisinil dan itupun hanya mengenai agama Kristen. ( Ali: 1975: 15-19).

Di samping itu dunia Islam lebih mementingkan pengembangan ilmu-ilmu ke-Islaman (‘Ulumul Qur’an, ‘Ulumul Hadis, Ilmu Kalam, Fiqih, Tasawuf, dsb.) dan dakwah, dan kurang memperhatikan ilmu-ilmu agama yang bersifat empiris. Patut diperhatikan juga bahwa pada abad ke-19 beberapa Negara Islam dalam cengkeraman penjajahan Negara Barat, sehingga perhatian dipusatkan untuk pembebasan atau kemerdekaan negaranya dari penjajahan.



1. Perkembangan di Indonesia

Di Indonesia Ilmu Perbandingan Agama mulai diajarkan di Fakultas Ushuluddin Jurusan Perbandingan Agama IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada tahun 1961, atau satu tahun setelah berdirinya IAIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Pada tahun 1964 terbitlah buku pertama tentang Ilmu Perbandingan Agama yang ditulis oleh Dr. A. Mukti Ali dengan judul Ilmu Perbandingan Agama (Sebuah Pembahasan tentang Methodos dan Sistema). Setelah seperempat abad lamanya belum terbit lagi buku Ilmu Perbandingan Agama yang membahas tentang metode dan sistema. Baru pada tahun 1986 terbitlah buku Ilmu Perbandingan Agama yang membahas tentang metode dan sistema yang dikarang oleh pengarang yang sama (Dr. A. Mukti Ali) dengan judul Ilmu Perbandingan Agama di Indonesia.

Memang selama seperempat abad itu telah terbit beberapa karangan yang membahas tentang perbandingan agama, tetapi kalau dibaca secara sekasama tampaklah bahwa uraian-uraiannya masih berbersifat apologis dan kurang ilmiah. Lebih tepat beberapa karangan tersebut disebut sebagai karangan teologis atau Ilmu Kalam. Sebab biasanya dalam karangan tersebut agama-agama selain Islam diteropong atau dinilai dari agama Islam.

Secara garis besar dapatlah disimpulkan bahwa Ilmu Perbandingan Agama di Indonesia kurang berkembang dengan baik. Adapun sebab-sebabnya antara lain sebagai berikut:

1. Kekurangan bacaan ilmiah.
2. Kekurangan kegiatan penelitian secara ilmiah.
3. Kekurangan diskusi akademis.
4. Masih rendahnya penguasaan bahasa asing dari sebagian besar para mahasiswa dan dosen, padahal hanya sedikit buku Ilmu Perbandingan Agama yang ditulis dalam bahasa Indonesia yang membahas secara analitis.

Di samping itu ada bebrapa sebab yang bersifat fundamental, yaitu:

Pertama, pemikiran ulama di Indonesia tentang Islam lebih banyak menekankan bidang fikih yang bersifat normatif.

Kedua, setelah pemberontakan PKI, Isalam di Indonesia lebih banyak menekankan semangat dakwah, sehingga ilmu yang ditekankan ialah Ilmu Dakwah atau Missiologi.

Ketiga, karena Ilmu Perbandingan Agama lahir dari Barat sehingga menyebabkan salah sangka dan curiga di kalangan umat Islam.

Keempat, para peserta kuliah Ilmu Perbandingan Agama kurang menguasai ilmu-ilmu bantu (Sejarah, Sosiologi, Antropologi, Arkeologi, dsb.). Di samping itu mereka kurang menguasai bahasa asing (Ali,1998: 17-21).

Di samping itu Ilmu Perbandingan Agama kurang berkembang di Indonesia karena kurang dana, minimnya pertemuan ilmiah, dan kurang informasi tentang Ilmu Perbandingan Agama baik mengenai isinya maupun manfaatnya bagi kerukunan hidup beragama maupun untuk integrasi bangsa Indonesia.



D. Manfaat Ilmu Perbandingan Agama bagi seorang Muslim.

Ilmu Perbandingan Agama mempunyai banyak manfaat bagi seorang Muslim. Adapun beberapa manfaatnya adalah sebagai berikut:

1. Dapat memahami kehidupan batin, alam pikiran dan kecenderungan hati dari berbgai umat manusia.

2. Dengan mengetahui agama-agama lain seorang Muslim dapat mencari persamaan-persamaan (lebih tepat kesejajaran-kesejajaran ) antara agama Islam dengan agama-agama lain. Dengan demikian dapat membuktikan di mana letak keunggulan agama Islam dibandingkan agama-agama lain. Selanjutnya dapat mengetahui bahwa agama-agama sebelum Islam itu sebagai pengantar terhadap kebenaran yang lebih luas dan lebih penting, yaitu agama Islam.

3. Dengan membandingkan agama Islam dengan agama-agama lain dapat menimbulkan rasa simpati terhadap orang-orang yang belum mendapatkan petunjuk tentang kebenaran. Selanjutnya akan menimbulkan rasa tanggung jawab untuk menyiarkan kebenaran-kebenaran yang terkandung dalam agama Islam kepada masyarakat luas.

4. Dengan membandingkan ajaran-ajaran agama Islam dengan ajaran agama-agama lain akan memudahkan untuk memahami isi dari agama Islam itu sendiri. Bahkan dengan cara membandingkan tersebut dapat memperdalam keyakinan seorang Muslim terhadap ajaran-ajaran yang terkandung di dalam agama Islam itu sendiri, atau dapat menampakkan mutu manikam ajaran Islam yang kadang-kadang tidak disadari sebelum dibandingkan dengan agama lain.

5. Dengan mengetahui konsep-konsep ajaran agama lain seorang Muslim akan dapat belajar menemukan konsep-konsep yang mudah dicerna orang lain. Sebab sering ajaran Islam sulit difahami orang lain karena orang Islam sendiri sering mengemukakan konsep-konsep ajaran Islam yang rumit dan sulit.

6. Dengan mengetahui ajaran-ajaran agama lain seorang Muslim dapat lebih baik dalam berdakwah. Sebab ia dapat lebih baik dalam menentukan metode, materi, konsep-konsep, strategi, dsb. sesuaia dengan sasarannya.

7. Pada era globalisasi ini dimana bangsa-bangsa, suku-suku, golongan-golongan, dengan lebih mudah saling bertemu dan berkomunikasi karena berbagai kepentingan, maka pengetahuan akan agama-agama lain sangat dibutuhkan. Karena dengan bertemunya macam-macam bangsa, suku dan golongan tersebut pada dasarnya juga saling bertemu agamanya. Selanjutnya dengan memahami ajaran-ajaran agama lain seorang Muslim akan lebih mudah toleran dan hidup rukun dengan orang yang beragama lain. Akibat lebih jauh dengan adanya kerukunan hidup beragama itu para pemeluk agama-agama dapat saling bersatu untuk perdamaian dunia, mengentaskan kemiskinan, membangun bangsanya atau dunia, memerangi kejahatan, meninggikan moral, dsb. ( Ali, 1975: 38-41).

8. Dengan menguasai Ilmu Perbandingan Agama seorang Muslim akan lebih mudah melakukan dialog dengan pemeluk agama lain (Ali, 1993: 84).

Di samping itu dengan mempelajari Ilmu Perbandingan Agama, meneliti dan mengembangkannya, seorang Muslim dapat mengkaji agama-agama lain terutama yang berada di Barat, sehingga dengan sendirinya akan mengembangkan Occidentalisme atau pemahaman tentang budaya dan agama Barat. Sehingga seorang Muslim tidak hanya membiarkan agama Islam sebagai obyek kajian para Orientalis , tetapi juga menjadi subyek dengan mengkaji agama-agama selain Islam (terutama agama orang Barat).

Lebih dari itu Ilmu Perbandingan Agama-pun dapat dijadikan sebagai ilmu bantu atau alat untuk dakwah. Sebagaimana Ilmu Filsafat dan Logika dapat dipakai oleh para Mutakallimin untuk membela agama Islam, karena musuh-musuh Islam-pun menggunakan Ilmu Filsafat dan Logika untuk menyerang Islam, demikian juga Ilmu Perbandingan Agama dapat digunakan oleh para dai untuk berdakwah. Dalam hal ini “ilmu bukan untuk ilmu,” lebih khusus lagi “Ilmu Perbandingan Agama bukan hanya untuk Ilmu Perbandingan Agama,” tetapi ilmu atau lebih khusus lagi Ilmu Perbandingan Agama, untuk ibadah, khususnya ibadah dalam bidang dakwah.



E. Kesimpulan.

1. Ilmu Perbandingan Agama merupakan ilmu yang mengkaji agama-agama dengan menggunakan beberapa metode ilmiah dan dogmatis sekaligus (ilmiah-agamis, religio-scientific atau scientific-cum-doktrinair).

2. Perkembangan Ilmu Perbandingan Agama di Barat lebih menguntungkan dibandingkan di Dunia Islam dan di Indonesia. Perkembangan di Barat lebih menguntungkan karena didukung oleh suasana ilmiah yang kondusif dan dana yang cukup tersedia. Perkembangan di dunia Islam dan di Indonesia kurang menguntungkan di samping kurang kondosifnya suasana ilmiah juga masih kekurangan dana.

3. Ilmu Perbandingan Agama sangat bermanfaat bagi seorang Muslim, sebab dengan mempelajarinya dapat memahami agama-agama lain baik ajaran-ajarannya maupun perkembangan penafsiran dan lembaganya secara empiris. Selanjutnya dapat menemukan mutu manikam keunggulan ajaran Islam setelah dibandingkan dengan agama-agama lain. Akhirnya dapat digunakan sebagai dialog, kerukunan hidup beragama dan dakwah.







DAFTAR KEPUSTAKAAN



Ali, A. Mukti. Ilmu Perbandingan Agama (Sebuah Pembahasan tentang Methodos dan Sistema). Yogyakarta, 1975.



_______________. Ilmu Perbandingan Agama di Indonesia. Bandung, 1993.



Connolly, Peter (terj.) Imam Khoiri. Aneka Pendekatan Studi Agama. Yogyakarta, 2002.



Daradjat, Zakiah (ed). Perbandingan Agama, II. Jakarta, 1992.



Daya, Burhanuddin dan Herman Leonard Beck (ed). Ilmu Perbandingan Agama di Indonesia dan Belanda (Beberapa Permasalahan). Jakarta,1990.



_______________. Ilmu Perbandingan Agama di Indonesia dan Belanda. Jakarta, 1992



Dhavamony, Mariasusai (terj.) A. Sudiarja et. all. Fenomenologi Agama. Yogyakarta, 1995.



Harsojo. Pengantar Antropologi. Jakarta, 1984.



Hendropuspito, D. Sosiologi Agama. Yogyakarta, 1986.



Jongeneel, J.A.B. Pembimbing ke dalam Ilmu Agama dan Teologi Kristen Pembimbing Umum Pembimbing ke dalam Ilmu Agama,I. Jakarta, 1978.



Koentjaraningrat. Sejarah Teori Antropologi, I. Jakarta, 1980.



Leeuw, van der. Religion in Essence and Manifestation. New York, 1963.



Nottingham, Elizabeth K (terj.) Abdul Muis Naharong. Agama dan Masyarakat Suatu Pengantar Sosiologi Agama. Jakarta, 1985.



Otto, Rudolf. The Idea of the Holy an Inquiry the Non-Rational Faktor in the Idea of the Divine and Its Relation to the Rational. New York, 1950.



Schimmel, Annemarie (terj.) Rahmani Astuti. Rahasia Wajah Suci Ilahi. Bandung, 1996.



Waardenburg, Jacques. Classical Approaches to the Study of Religion Aims, Methods and Theories of Research, I, Introduction and Anthology. Paris, 1972.



Wach, Joachim. The Comparative Study of Religions. Columbia, 1969.

Whaling, Frank. Contemporary Approaches: to the Study of Religion. New York, 1984.

Inilah Strategi Timnas Lawan Qatar

Jakarta (beritajatim.com) – Hasil imbang tanpa gol dalam laga uji coba melawan Arab Saudi di Stadion Shah Alam, Selangor, Malaysia, Jumat (7/10/11) membuat Indonesia optimistis melawan Qatar.

Laga tersebut digunakan sebagai persiapan melawan Qatar dalam laga kualifikasi Piala Dunia 2014 Grup E zona Asia, dimana dalam dua laga sebelumnya Indonesia meraih kekalahan dari Iran dan Bahrain.

Asisten pelatih Liestiadi menjelaskan pelatih Tim Garuda, Wim Rijsbergen, telah mengantongi informasi mengenai Qatar.
“Strategi sedikit banyak kita sudah pelajari waktu Qatar melawan Bahrain, ya mungkin tipikalnya hampir sama dengan Bahrain. Mudah-mudahan dengan tren positif lawan Arab Saudi kita bisa meraih hasil maksimal,” ungkapnya usai latihan sore di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Sabtu (8/10/11).

Dalam laga uji coba tersebut, Wim berimprovisasi dengan susunan pemain dan hasilnya dinilai cukup positif. “Kita tes beberapa pemain kita jadikan starting eleven seperti Wahyu (Wijiastanto), Made (Wirawan). Kemudian Ferdinand (Sinaga) di posisi sayap kiri. Kita juga tes pemain muda macam Zulham (Zamrun), Yongki (Aribowo), jadi ini adalah hasil positif bagi kita. Ada banyak pilihan-pilihan untuk starting eleven di pertandingan berikutnya,” lanjutnya.

Improvisasi lain yang dinilai berhasil adalah menempatkan bek tengah Hamka Hamzah sebagai gelandang bertahan.

“Karena selama ini kita bermain dua kali melawan Iran dan Bahrain, kita selalu kalah bola-bola di tengah, terutama gelandang lawan kan tinggi sedangkan second striker-nya juga tinggi. Kita manfaatkan Hamka yang posturnya lebih tinggi untuk mematikan bola-bola atas sebelum langsung ke stopper kita,” jelasnya.

“Jadi Hamka sebagai benteng pertama sebelum bola diterima striker lawan. Kalau kita lihat hasil tren positif kemarin akan kita gunakan tetapi akan kita lihat perkembangan terakhir,” ungkap Liestiadi.

Namun Liestiadi menegaskan bahwa susunan pemain inti masih bisa berubah hingga menjelang pertandingan nanti.

“Kemarin sama juga tujuan kita dengan Arab, mereka menguji pemain-pemain lapis kedua yang kira-kira bisa diturunkan sebagai starting eleven. kita juga demikian.”

“Starting eleven sudah ada bayangan, tetapi kalau kita coba lebih banyak kan kita punya lebih banyak pilihan. Strategi yang kita terapkan juga lebih kena dengan pemain-pemain yang kita punya sekarang ini,” tandasnya. [but]
Sumber : inilah.com

Lomba Artikel Ilmiah Nasional HIMA Ilmu Administrasi Negara UNY

Deadline: 28 Oktober 2011, pukul 24.00WIB

Himpunan Mahasiswa Ilmu Administrasi Negara (HIMA Sigara) UNY mempersembahkan Lomba Artikel Ilmiah Nasional.
Dengan Syarat dan Ketentuan sbb:

1. Lomba Artikel Ilmiah ini terbuka untuk Mahasiswa di seluruh Indonesia.
2. Tema Lomba Artikel “Reformasi Birokrasi dalam Pemberdayagunaan Aparatur Negara”.
3. Peserta dapat perorangan atau kelompok. Peserta kelompok maksimal 3 mahasiswa.
4. Setiap peserta boleh mengirimkan lebih dari satu judul. 5. Naskah ditulis sesuai EYD. Naskah tidak mengandung unsur pornografi, pornoaksi, bahasa vulgar, dan pertentangan SARA.
6. Naskah diketik pada kertas A4, Times New Roman (TNR), 12 pt, spasi 1,5, justify, margin 3cm, minimal 4 halaman maksimal 10 halaman.
7. Naskah terdiri dari judul, abstraksi, pendahuluan, isi, kesimpulan, dan daftar pustaka.
8. Peserta wajib membayar biaya pendaftaran Rp 10.000,00/naskah.
9. Naskah, biodata, dan uang pendaftaran dikirim via POS atau diserahkan langsung ke HIMA Ilmu Administrasi Negara Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Yogyakarta, Karangmalang, Caturtunggal, Depok, Sleman 55281
10. Pengumpulan naskah diperpanjang menjadi paling lambat tanggal 28 Oktober 2011, pukul 24.00WIB
11. Hadiah Juara I Rp500.000,00+piagam, Juara II Rp300.000,00+piagam, Juara III Rp200.000,00+piagam.
12. Setiap peserta mendapat sertifikat peserta.
13. Keputusan dewan juri tidak dapat diganggu gugat.
14. Pemenang akan diumumkan dalam acara Seminar Nasional pada 12 November 2011 di KPLT FT UNY dan www.himasigara.org.
15. Naskah yang masuk menjadi hak panitia.


CP:
Endah Tri Anomsari 087837987272
Rahadi Cipto Utama 081907775373

Sekian dulu infolomba dari info-lomba.com.
Selamat berkompetisi n
Smoga sukses.
Wassalamu’alaikum WW.

Gus Dur-Sholawat Badar

Tausiah K.H Marzuki Musytamar

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More